fxmax

Basic

Top News

Recent Post

Recent Comment

fxmax
fxmax

CHOOSE YOUR LANGUAGE

Hedging Position

Hedging position merupakan kondisi posisi trading yang terkunci(locking position) sehingga posisi yang ada tidak dipengaruhi lagi dengan pergerakan market(pair yang ditrade) tetapi tetap tercatat sebagai suatu posisi yang masih terbuka(floating position).

Kondisi Hedging ada 2 macam, yaitu:

1. Hedging Loss

Hedging Loss merupakan posisi hedging yang berada dalam kondisi floating loss(rugi). Hedging loss ditandai dengan posisi buy new berada di atas posisi sell new.  Contoh gambar seperti di bawah ini:

Hedging Position

2. Hedging Profit

Hedging Profit merupakan posisi hedging yang berada dalam kondisi floating profit(untung). Hedging loss ditandai dengan posisi sell new berada di atas posisi buy new.  Contoh gambar seperti di bawah ini:

Hedging Position

Bila salah satu posisi di liquid(di close) maka posisi lainnya akan aktif kembali mengikuti pergerakan market(pair yang di trade) yang ada.



Buy/Sell, New/Liquid(closed position) Position

Sebelum kita trading, kita harus mengetahui mekanisme dalam bertransaksi dalam forex. Ada beberapa hal yang harus diketahui, yaitu:

1. Buy New

Apabila kita menganalisa harga market(pair yang ingin di trade) akan naik, maka posisi yang diambil adalah buy, posisi baru tersebut dinamakan buy new(posisi beli baru). Posisi buy merupakan posisi beli yang berarti mengharapkan harga market(pair yang di trade) naek. Apabila setelah mengambil posisi buy, ternyata harga naik, maka posisi tersebut akan mengalami floating(mengambang) profit/untung tetapi belum final apabila belum di liquid(closed position), begitu pula sebaliknya apabila setelah mengambil posisi buy, ternyata harga turun, maka posisi tersebut akan mengalami floating(mengambang) loss/rugi tetapi belum final apabila belum di liquid(closed position).

2. Sell New

Apabila kita menganalisa harga market(pair yang ingin di trade) akan turun, maka posisi yang diambil adalah sell, posisi baru tersebut dinamakan sell new(posisi jual baru). Posisi sell merupakan posisi jual yang berarti mengharapkan harga market(pair yang di trade) turun. Apabila setelah mengambil posisi sell, ternyata harga turun, maka posisi tersebut akan mengalami floating(mengambang) profit/untung tetapi belum final apabila belum di liquid(closed position), begitu pula sebaliknya apabila setelah mengambil posisi buy, ternyata harga turun, maka posisi tersebut akan mengalami floating(mengambang) loss/rugi tetapi belum final apabila belum di liquid(closed position).

3. Buy/Sell Liquid

Setiap posisi trade buy/sell new akan diakhiri dengan penutupan posisi dengan buy/sell liquid. Untuk menutup posisi buy new dilakukan dengan melakukan sell liquid. Begitu juga untuk menutup posisi sell new dilakukan dengan melakukan sell liquid. Buy/Sell new, Buy/Sell liquid dilakukan secara manual pada jaman conventional yang dimana software trading belum populer. Pada jaman sekarang untuk posisi Buy/Sell Liquid(close position) sudah tidak dipergunakan lagi. Dengan perkembangan jaman, dalam software mt4 untuk menutup posisi buy/sell new, cukup dengan istilah close position tanpa diinformasikan lagi tentang buy/sell liquid.

Limit Order(Pending Order)

Limit Order(Pending Order) merupakan pemesanan harga yang belum terjadi. Limit Order bisa berupa:

1. Buy Limit

Buy Limit merupakan pemesanan limit order posisi Buy New yang ditempatkan di bawah harga market(pair yang di trade).

Buy/Sell New/Liquid Position, Limit Order, Limit Buy/Sell Stop, Stop Loss And Taking Profit

Contoh Buy Limit pada pair GBPUSD dapat dilihat pada gambar di atas, dimana Buy Limit dipesan di 1.4000,0 di bawah harga market(pair yang di trade) pada 1.4024,6. Buy Limit tersebut akan aktif bila harga market(pair yang ditrade) turun dan ask/buy price(harga beli) menyentuh Buy Limit tersebut.

2. Sell Limit

Sell Limit merupakan pemesanan limit order posisi Sell New yang ditempatkan di atas harga market(pair yang di trade).

Buy/Sell New/Liquid Position, Limit Order, Limit Buy/Sell Stop, Stop Loss And Taking Profit

Contoh Sell Limit pada pair GBPUSD dapat dilihat pada gambar di atas, dimana Sell Limit dipesan di 1.4100,0 di atas harga market(pair yang di trade) pada 1.4018,2. Sell Limit tersebut akan aktif bila harga market(pair yang ditrade) naik dan bid/sell price(harga jual) menyentuh Sell Limit tersebut.

Limit Buy/Sell Stop

1. Limit Buy Stop

Buy Stop merupakan pemesanan limit order posisi Buy New yang ditempatkan di atas harga market(pair yang di trade).

Buy/Sell New/Liquid Position, Limit Order, Limit Buy/Sell Stop, Stop Loss And Taking Profit

Contoh Limit Buy Stop pada pair GBPUSD dapat dilihat pada gambar di atas, dimana Limit Buy Stop dipesan di harga1.4100,0 di atas harga market(pair yang di trade) pada 1.4078,4. Limit Buy Stop tersebut akan aktif bila harga market(pair yang ditrade) naik dan ask/buy price(harga beli) menyentuh Buy Stop tersebut.

2. Limit Sell Stop

Sell Stop merupakan pemesanan limit order posisi Sell New yang ditempatkan di bawah harga market(pair yang di trade). 

Buy/Sell New/Liquid Position, Limit Order, Limit Buy/Sell Stop, Stop Loss And Taking Profit

Contoh Limit Sell Stop pada pair GBPUSD dapat dilihat pada gambar di atas, dimana Limit Sell Stop dipesan di harga 1.4000,0 di bawah harga market(pair yang di trade) pada 1.4071,9. Limit Sell Stop tersebut akan aktif bila harga market(pair yang ditrade) turun dan bid/sell price(harga jual) menyentuh Limit Sell Stop tersebut.

Stop Loss And Taking Profit

1. Stop Loss(S/L) 

Stop Loss(S/L) merupakan Limit Order(pesanan harga) yang berbentuk Liquid Position/Close position untuk membatasi loss/rugi(loss/rugi yang dimaksud, yaitu dalam kondisi : pergerakan harga turun untuk buy; pergerakan harga naik untuk sell). 

Buy/Sell New/Liquid Position, Limit Order, Limit Buy/Sell Stop, Stop Loss And Taking Profit

Gambar di atas merupakan contoh Stop Loss(S/L) posisi Buy New. Apabila harga market turun menyentuh bid/sell price(harga jual) Limit Stop Loss(S/L), maka posisi akan otomatis terlikuidasi/tertutup/ter-close otomatis.

Buy/Sell New/Liquid Position, Limit Order, Limit Buy/Sell Stop, Stop Loss And Taking Profit

Gambar di atas merupakan contoh Stop Loss(S/L) posisi Sell New. Apabila harga market naik menyentuh ask/buy price(harga beli) Limit Stop Loss(S/L), maka posisi akan otomatis terlikuidasi/tertutup/ter-close otomatis.

2. Taking Profit(T/P)

Taking Profit(T/P) merupakan Limit Order(pesanan harga) yang berbentuk Liquid position/Close position untuk menutup posisi yang sudah mendapatkan profit/untung(profit/untung yang dimaksud, yaitu dalam kondisi : pergerakan harga naik untuk buy; pergerakan harga turun untuk sell).

Buy/Sell New/Liquid Position, Limit Order, Limit Buy/Sell Stop, Stop Loss And Taking Profit

Gambar di atas merupakan contoh Taking Profit(T/P) posisi Buy New. Apabila harga market naik menyentuh bid/sell price(harga jual) Limit Taking Profit(T/P), maka posisi akan otomatis terlikuidasi/tertutup/ter-close otomatis.

Buy/Sell New/Liquid Position, Limit Order, Limit Buy/Sell Stop, Stop Loss And Taking Profit

Gambar di atas merupakan contoh Taking Profit(T/P) Sell New. Apabila harga market turun menyentuh ask/buy price(harga beli) Limit Taking Profit(T/P), maka posisi akan otomatis terlikuidasi/tertutup/ter-close otomatis.
Prinsip Dasar Analisa Teknikal Forex

Analisa teknikal adalah suatu metode analisis yang menggunakan pengujian atas pergerakan harga di masa lampau untuk tujuan prediksi (forecast) pergerakan harga di masa yang akan datang. Analisis teknikal digunakan untuk forecasting harga forex, index, saham sekuritas, etc. Harga disini merujuk pada kombinasi antara opening price, highest price, lowest price dan closing price forex, index, etc, pada suatu rentang waktu (timeframe) tertentu. Rentang waktu disini dikategorikan ke dalam intraday (yaitu merujuk pada tiap tick perubahan harga setiap 1 menit, 5 menit, 15 menit, 30 menit atau dalam kisaran hitungan jam), harian, mingguan atau bulanan, bahkan untuk hitungan tahun. Penggunaan chart sangat dibutuhkan dalam membaca pergerakan harga pasar untuk menghasilkan profit pada setiap trade yang kita lakukan. Semua informasi yang terdapat di dalam chart harus dapat kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk kebutuhan forecasting yang kemudian menghasilkan suatu keputusan dalam bertransaksi.

1. Support


Prinsip Dasar Analisa Teknikal Forex

Support adalah istilah yang digunakan dalam technical analysis yang menandakan suatu tingkatan harga spesifik di mana suatu mata uang akan mempunyai ketidakmampuan untuk menyimpang ke bawah. Kegagalan bergeraknya harga ke bawah titik(level) itu secara berulang-ulang, akan menghasilkan suatu pola yang pada umumnya dapat dibentuk oleh suatu garis lurus. Jika suatu tingkatan support dapat ditembus, maka akan jadi resistance. Harus diketahui hal tersebut di atas bersifat relatif karena dalam analisa trading, banyak hal yang harus dipertimbangkan dan menggunakan banyak alat bantu analisa teknikal serta fundamental. Support merupakan alat bantu analisa teknikal dasar yang penting dan tentunya harus dikonfirmasikan dengan alat bantu analisa teknikal lainnya.

2. Resistance


Prinsip Dasar Analisa Teknikal Forex

Resistance adalah istilah yang digunakan dalam technical analysis yang menandakan suatu tingkatan harga spesifik di mana suatu mata uang akan mempunyai ketidakmampuan untuk menyimpang ke atas. Kegagalan bergeraknya harga ke atas titik(level) itu secara berulang-ulang, akan menghasilkan suatu pola yang pada umumnya dapat dibentuk oleh suatu garis lurus. Jika suatu tingkatan resistance dapat ditembus, maka akan menjadi support. Harus diketahui hal tersebut di atas bersifat relatif karena dalam analisa trading, banyak hal yang harus dipertimbangkan dan menggunakan banyak alat bantu analisa teknikal serta fundamental. Resistance merupakan alat bantu analisa teknikal dasar yang penting dan tentunya harus dikonfirmasikan dengan alat bantu analisa teknikal lainnya.
   
3. Trend

Trend, secara singkatnya adalah arah keseluruhan pergerakan harga. UP, DOWN atau FLAT/SIDEWAYS. Terdapat 3 pengelompokan trend:

- Short term, dengan periode kurang dari 3 minggu. (note:relative)

- Medium term, dengan periode dari 3 minggu – 6 bulan. (note:relative)

- Long term, dengan periode lebih dari 6 bulan. (note:relative)

Periode Short term, medium term dan long term bersifat relatif karena tergantung dari pergerakan market yang ada dan dari sudut pandang masing2 trader.

* Suatu up-trendline adalah suatu garis lurus yang melintas melewati palung “peningkatan” dari suatu pergerakan ke atas. Pentingnya suatu trendline terus meningkat dengan tiap-tiap titik- singgung tambahan, yang menetapkan nilai trendlines nilai tersebut. Suatu pembalikan trend ditandai dengan suatu pelanggaran (break) terhadap up-trendline.


Prinsip Dasar Analisa Teknikal Forex

* Suatu down-trendline adalah suatu garis lurus yang melintas melewati palung “penurunan” dari suatu pergerakan ke bawah. Pentingnya suatu trendline terus meningkat dengan tiap-tiap titik- singgung tambahan, yang menetapkan nilai trendline nilai tersebut. Suatu pembalikan trend ditandai dengan suatu pelanggaran (break) terhadap down-trendline.

Prinsip Dasar Analisa Teknikal Forex


* Suatu neutral (no trend, sideways trend) berarti tidak terdapat arah pergerakan.

Prinsip Dasar Analisa Teknikal Forex

4. Channel


Prinsip Dasar Analisa Teknikal Forex


Ketika trend harga bergerak diantara dua trendline yang saling pararel, mereka membentuk suatu channel. Pada saat harga menyentuh trendline bagian atas, ini dapat dipergunakan sebagai suatu isyarat untuk menjual dan ketika harga menyentuh trendline bagian bawah, ini dapat digunakan sebagai suatu isyarat untuk membeli.

5. Double Top (Reversal Formation)


Prinsip Dasar Analisa Teknikal Forex

Double Top sering disebut dengan istilah “M-Top”. Ini terjadi saat pasar tidak berhasil menembus suatu resistance sebanyak dua kali dan kemudian berbalik arah secara drastis. Tertembusnya support akan mengindikasikan adanya penurunan harga lebih lanjut yang dapat dievaluasi dengan melihat lebar vertical “M” (perbedaaan harga) yang diproyeksikan turun dari breakpoint support tersebut.
  
6. Double Bottom (Reversal Formation)


Prinsip Dasar Analisa Teknikal Forex

Double Bottom adalah Kebalikan dari Double Top (sering disebut dengan istilah “W-Top”). Ini saat pasar tidak berhasil menembus suatu support sebanyak dua kali dan kemudian berbalik arah secara drastis. Tertembusnya resistance akan mengindikasikan adanya peningkatan harga lebih lanjut dapat dievaluasi dengan melihat lebar vertical “W” (perbedaan harga) diproyeksikan turun dari breakpoint resistance tersebut.

7. Triangel


Prinsip Dasar Analisa Teknikal Forex

Formasi Triangle adalah formasi yang sulit untuk dianalisa, dan kenyataan bahwa adanya beberapa jenis Triangle yang berbeda tidak akan membuat analisa ini menjadi lebih mudah. Lebih lanjut lagi, suatu Triangle umumnya hanya sekedar jeda dalam suatu trend, tetapi dapat juga mengakhiri suatu trend (formasi pembalikan arah).

8. Head and Shoulders

Prinsip Dasar Analisa Teknikal Forex

Formasi shoulder di bagian kiri membentuk high baru yang diikuti dengan koreksi harga, kemudian diteruskan dengan pembentukan high yang lebih tinggi (head). Koreksi harga yang mengikuti head ini bergerak sampai menyentuh level yang berada di bawah high dari shoulder di bagian kiri tadi dan bergerak kembali dengan tidak menembus level tertinggi head, menyusuri kembali separuh sampai tiga per empat koreksi head.
  
9. Fibonacci

Seorang biarawan abad ke-12, Leonardo de Pisa, yang lebih dikenal dengan nama Fibonacci, menemukan suatu deret matematika yang mengagumkan. Deret ini dimulai dengan suatu penjumlahan sederhana 1+1, dimana selanjutnya penjumlahan nomor yang terakhir (kedua) dengan hasil dari penjumlahan yang sebelumnya menciptakan nilai Fibonacci berikutnya:
1+1=2 1+2=3 2+3=5 3+5=8 5+8=13 8+13=21 13+21=34 21+34=55 dst.
Nomor-nomor ini memiliki suatu hubungan timbal balik yang sangat menarik, seperti:

• Nomor manapun dalam deret itu besarnya sama dengan kira-kira 1.618 kali nomor sebelumnya.

• Nomor manapun dalam deret itu besarnya sama dengan kira-kira 0.618 kali nomor berikutnya.

PIVOT POINTS. Dikarenakan alasan-alasan yang sampai sekarang masih belum diketahui, ratio perbandingan utama yang diambil dari Fibonacci menggambarkan suatu ramalan interaksi antara pergerakan trend dan countertrend. Ratio-ratio perbandingan yang paling penting untuk diingat adalah 38.2%, 50%, dan 61.8%. Penerapan ratio-ratio perbandingan ini terhadap trend harga dapat meramalkan meluasnya retracement yang bertentangan dengan trend dasar, seperti seberapa jauh suatu high atau low baru akan bergerak. Untuk para pedagang, titik-titik tersembunyi ini mewakili daerah-daerah support/resistance yang tidak terlihat, dimana harga akan bergerak secara meragukan dan atau berbalik arah.
Kebanyakan pasar-pasar dan bursa menerapkan perbandingan-perbandingan Fibonacci ketika pasar bergerak dari support ke resistance dan sebaliknya. Fibonacci Retracements bekerja dengan baik pada table intraday sebagaimana pada table bulanan dan mingguan. Fibonacci Retracements diperlihatkan dengan pertama-tama menggambar garis trend diantara dua titik ekstrim, sebagai contoh, suatu dasar dan puncak yang sangat berlawanan. Setelah itu tool retracement secara otomatis akan menyisipkan satu set rangkaian yang terdiri dari tiga garis mendatar, yang memotong trendline pada level-level Fibonacci yang sering terjadi pada atau di daerah sekitar level-level Fibonacci Retracement.



Prinsip Dasar Analisa Teknikal Forex

Basic

fxmax
fxmax
fxmax